Pages

Kamis, 22 Desember 2011

Dampak Kekurangan Oksigen Dalam Tubuh


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.        Latar Belakang

Oksigen memegang peranan penting dalam tubuh secara fungsional. Tidak adanya oksigen akan menyebabkan tubuh mengalami kemunduran atau bahkan dapat menimbulkan kematian. Oleh karena itu, kebutuhan oksigen merupakan kebutuhan yang paling utama dan sangat vital bagi tubuh. Pemenuhan kebutuhan oksigen ini tidak terlepas dari kondisi sistem pernapasan secara fungsional. Bila ada gangguan pada salah satu organ sistem respirasi, maka kebutuhan oksigen akan mengalami gangguan. Sering kali individu tidak menyadari terhadap pentingnya oksigen. Proses pernapasan dianggap sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja. Banyak kondisi yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan dalam pemenuhan kebutuhan oksigen, seperti adanya sumbatan pada saluran pernapasan. Pada kondisi ini, individu merasakan pentingnya oksigen.

1.2         Tujuan
Paper ini dibuat dengan tujuan sebagai berikut :
a.         Sebagai bahan untuk  melengkapi tugas-tugas mata kuliah Fisika Dasar.
b.        Sebagai mengetahui dari akan dampak kekurangan oksigen bagi tubuh.
c.         Sebagai bahan referensi untuk pihak-pihak yang membutuhkan
d.        Sebagai pengetahuan tentang cara penanggulangan kekurangan oksigen bagi tubuh.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Oksigen mempunyai peranan vital bagi tubuh manusia. Untuk mendapatkan energi, selain gula atau glukosa, tubuh kita membutuhkan oksigen sebagai bahan bakar. Reaksi kimia antara gula dan oksigen akan menghasilkan Adenosine Tri Phosphate (ATP) yang disebut sebagai energi murni sel. Kekurangan oksigen akan menurunkan cadangan energi tubuh. Tubuh akan merasa mudah capek. Selain itu, kekurangan ATP akan mengganggu sinyal elektis dari otak ke otot sehingga membuat otot lelah.

Kebutuhan tubuh terhadap oksigen merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dan mendesak. Tanpa oksigen dalam waktu tertentu, sel tubuh akan mengalami kerusakan yang menetap dan menimbulkan kematian. Otak merupakan organ yang sangat sensitif terhadap kekurangan oksigen. Otak masih mampu menoleransi kekurangan oksigen antara tiga sampai lima menit. Apabila kekurangan oksigen berlangsung lebih dari lima menit, dapat terjadi kerusakan sel otak secara permanen (Kozier dan Erb 1998).

Selain memicu timbulnya kakner, kekurangan oksigen juga menurunkan berat badan yang diakibatkan karena nafsu makan yang berkurang. Hal ini sangat tampak pada orang-orang yang perokok berat. Jika kadar oksigen akan berkurang, hal ini dapat menyebabkan penurunan nafsu makan. Keseimbangan oksigen bisa terganggu, salah satunya karena meningkatnya kadar CO yang bisa berasal dari asap rokok. Kekurngan oksigen juga dapat mengakibatkan terjangkitnya penyakit Hipoksia.

Jika seseorang berada dalam keadaan hipoksia (kekurangan oksigen) maka akan ada HIF-1α. HIF-1α adalah suatu gen yang terinduksi dalam kondisi tersebut, dimana gen ini juga berpengaruh pada gen-gen yang lain, salah satunya gen nafsu makan (gen leptin) yang menyebabkan nafsu makan menurun. Fenomena inilah yang menjadi alas an kuat bahwa saat tubuh kekurangan oksigen maka nafsu makan akan berkurang dan berat badan menurun. (Merry Wahyuningsih. 2011. Perokok Kurus Karena Kekurangan Oksigen. Detik Health, (Online),

Hipoksia merupakan salah satu penyakit yang diakibatkan oleh kekurangan oksigen dalam jaringan tubuh. Bila cukup berat, hipoksia dapat menyebabkan kematian sel-sel. Pada tingkat yang kurang berat akan mengakibatkan :
a.       Penekanan aktivitas mental, kadang-kadang memuncak sampai koma
b.      Menurunkan kapasitas kerja otot (Diah Aryulina,dkk. 2006. Biologi 2 SMA dan MA untuk Kelas XI. Jakarta:Esis)

Masih banyak efek yang ditimbulkan akibat kekurangan oksigen. Mulai dari keletihan otot, kematian sel-sel dalam jaringan tubuh bahkan yang lebih fatalnya adalah kematian. Oleh sebab itu, untuk menghindari hal-hal tersebut, kita harus mengupayakan supaya suplai oksigen didalam tubuh tetap stabil agar proses metabolisme tetap berlanjut.


BAB III
KESIMPULAN

            Tidak dapat dipungkiri bahwa oksigen merupakan kebutuhan primer yang amat vital bagi tubuh kita yang berperan penting dalam berbagai reaksi kimia di dalam tubuh. Dengan demikian, oksigen sangat diperlukan bagi tubuh demi menjaga kelangsungan hidup suatu individu.

            Terdapat beberapa beberapa faktor yang dapat menyebabkan suplai oksigen di dalam tubuh mulai berkurang. Salah satunya adalah pola hidup yang tidak baik dan lingkungan yang buruk. Kebiasaan-kebiasaan ini adalah pemicu utama berkurangnya kadar oksigen di dalam tubuh. Kurangnya Oksigen akan menyebabkan mikroorganisme anaerobik dalam tubuh manusia berkembang pesat, dan menyebabkan manusia kehilangan staminanya dan sangat mudah terjangkit penyakit (Hypoxia = penyakit akibat kekurangan Oxygen), seperti:
  1. Cepat capai, letih, lesu.
  2. Daya tahan tubuh melemah.
  3. Pegal & Linu.
  1. Tekanan darah rendah/tinggi.
  2. Kurang darah (Anemia).
  1. Fungsi hati menurun.
  2. pH lambung tidak stabil.
  3. Pencernaan tidak sehat.

Selain itu efek yang bisa dirasakan akibat kekurangan oksigen adalah kematian sel-sel di dalam jaringan tubuh yang akan berdampak pada penurunan kualitas hidup bahkan bisa berakibat pada kematian. Suplai oksigen yang berkurang menuju otak juga bisa berakibat kematian sel pada jaringan otak itu sendiri.

Kekurangan oksigen juga bisa menyebabkan penurunan berat badan karena nafsu makan yang berkurang. Tubuh akan sulit berkonsentrasi karena proses metabolisme terganggu akibat kurangnya suplai oksigen dalam darah (darah akan mengangkut sari-sari makanan ke seluruh tubuh). Akibat kurangnya oksigen dalam darah, tubuh akan terasa lemas dan kurang bergairah. Hal ini membuktikan bahwa Oksigen amat berperan dalam proses metabolisme dan kelangsungan hidup manusia.


DAFTAR PUSTAKA
Manfaat Air Oksigen (http://rafiatha.wordpress.com/2011/06/07/manfaat-air-oksigen/, di akses pada 21 Desember 2011).
Bagaimana Anda Tahu Anda Sedang Kekurangan Oksigen (http://rahardikao2.blogspot.com/2010/12/bagaimana-anda-tahu-anda-sedang.html, di akses pada 21 Desember 2011)
Merry Wahyuningsih. 2011. Perokok Kurus Karena Kekurangan Oksigen. Detik Health,(http://www.detikhealth.com/read/2011/07/15/133608/1681964/763/perokok-kurus-karena-kekurangan-oksigen, diakses 12 Desember 2011)
Diah Aryulina,dkk. 2006. Biologi 2 SMA dan MA untuk Kelas XI. Jakarta:Esis
Campbell, Neil A. 2003. Biologi.Jakarta:Erlangga

                                                                                                       


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar